Potensi Ekonomi Digital Indonesia.
Potensi ekonomi digital Indonesia diprediksi naik 10 kali lipat dalam lima tahun ke depan, menjadi 130 juta dolar Amerika Serikat AS. Saat ini potensi ekonomi digital Indonesia diprediksi baru mencapai 13 juta dolar AS.
Besarnya potensi tersebut, membuat Indonesia menjadi incaran pemain asing.
Indonesia menjaidi fokus para inverstor startup yang mendanai berbagai segment usaha startup yang memiliki prospek bisinis yang baik kedepan, namun dalam mengelola potensi besar ini jangan sampai terus didominasi oleh para investor asing. Kedepannya, berharap perusahaan atau investor nasional mau dan berani mendukung para startup lokal untuk berkembang dan jadi tuan rumah di negeri sendiri, bukan hanya sebagai penonton, apalagi cuma menjadi menjadi target pasar semata.
Dengan jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara. Filipina yang penduduknya merupakan yang kedua terbesar di Asia Tenggara saja hanya memiliki 101 juta jiwa.
Jumlah penduduk negara Asia Tenggara lainnya jauh lebih rendah. Penduduk Vietnam 94 juta jiwa, Thailand 65 juta, Myanmar 53,8 juta, Malaysia 30 juta, Kamboja 15,4 juta, Laos 6,9 juta, Singapura 5,5 juta, dan Brunei 0,43 juta jiwa.
Memiliki Daya Saing Tinggi
Di tengah gempuran pemain asing yang berlomba-lomba memasuki pasar Indonesia, startup dan pelaku industri digital Indonesia mutlak harus meningkatkan daya saing. Salah satunya, melalui peningkatan sinergi antar elemen industri digital
Secara internal juga harus ada peningkatan kapabilitas. Startup dan pelaku industri digital juga harus merubah paradigma dengan jangan berhenti untuk belajar dan memperbaharui pengetahuan serta skill sumber daya manusia. Dengan banyaknya bermunculan startup digital, kita bisa memaksimalkan besarnya potensi pasar Indonesia, menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan perlahan dapat memanfaatkan pula pasar Asia Tenggara,

إرسال تعليق