Referensi: Dari Berbagai Sumber
Secara Umum kita pasti memahami bahwa saat perusahaan melakukan PHK Besar besaran, biasanya yang menjadi tolok ukur pertama adalah terkait pendapatan bisnis perusahaan yang jauh menurun. Tapi kalau kita melihat lagi pendapatan terbesar Perusahaan Teknologi dunia, Justru Microsoft yang akan melakukan PHK besar besaran menjadi perusahaan paling tinggi bukukan pendapatan pada Tahun 2022 yaitu sekitar:
Secara Umum kita pasti memahami bahwa saat perusahaan melakukan PHK Besar besaran, biasanya yang menjadi tolok ukur pertama adalah terkait pendapatan bisnis perusahaan yang jauh menurun. Tapi kalau kita melihat lagi pendapatan terbesar Perusahaan Teknologi dunia, Justru Microsoft yang akan melakukan PHK besar besaran menjadi perusahaan paling tinggi bukukan pendapatan pada Tahun 2022 yaitu sekitar:
1. Microsoft US$161 miliar
2. IBM sebesar 63.49 US$ miliar
3. HP Inc 57.35 US$ miliar
4. Acenture 50.53 US$ miliar
5. Oracle 40.47 US$ miliar,
Banyak perusahaan teknologi mendapat manfaat dari ledakan' dalam pengeluaran e-commerce dan pekerjaan jarak jauh saat awal memasuki gelombang pandemi Covid-19 pada 2020, Kondisi tersebut memicu banyaknya perusahaan yang merekrut karyawan lebih banyak.
Namun, semua itu tidak berlangsung lama beberapa perusahan teknologi banyak melakukan PHK sekaligus pembekuan rekrutan
Dikutip dari berbagai sumber; Berikut 5 Perusahaan Teknologi yang melakukan PHK Massal di 2022-2023
E-commerce asal Amerika Serikat dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 18.000 karyawannya. Dilansir dari Bloomberg, Kamis (5/1/2022), Chief Executive Officer Amazon, Andy Jassy, mengumumkan langkah tersebut dalam sebuah memo kepada karyawan pada Rabu (4/1/2022). Jassy mengatakan pemangkasan ini merupakan bagian perencanaan dari 2022.
Pemangkasan pun akan menyasar pada sebagian besar divisi ritel Amazon dan SDM seperti perekrutan. Dalam memo hari Rabu tersebut, Jassy mengatakan perusahaan akan memberikan pesangon, tunjangan kesehatan transisi dan penempatan kerja kepada pekerja yang terkena dampak. Sebelumnya, Jassy mengatakan di November 2022, bahwa kedepannya akan banyak pemangkasan karyawan yang terjadi pada 2023 di tim ritel dan SDM
Pemangkasan pun akan menyasar pada sebagian besar divisi ritel Amazon dan SDM seperti perekrutan. Dalam memo hari Rabu tersebut, Jassy mengatakan perusahaan akan memberikan pesangon, tunjangan kesehatan transisi dan penempatan kerja kepada pekerja yang terkena dampak. Sebelumnya, Jassy mengatakan di November 2022, bahwa kedepannya akan banyak pemangkasan karyawan yang terjadi pada 2023 di tim ritel dan SDM
PHK Amazon lebih besar dibanding Facebook dan Twitter.
Facebook diketahui melakukan PHK sebanyak 11 ribu karyawannya dan Twitter 3700 karyawan.
Kepastian melakukan PHK terhadap karyawannya disampaikan CEO Amazon, Andy Jassy, dalam sebuah postingan di blog resmi Amazon. Di antara PHK yang kami lakukan pada bulan November, kami berencana untuk mem-PHK lebih dari 18.000 pegawai. Rencananya Amazon bakal memberitahu pegawai yang kena PHK mulai 18 Januari 2023.
Beberapa tim yang bakal kena layoff pada 2023 sebagian besar dari divisi Toko Amazon dan organisasi PXT (People Experience and Technology Solutions).
Anggota dari divisi ritel dan human resource department (HRD) Amazon juga disebut tak luput dari PHK ini, yang merupakan salah satu PHK terbanyak sepanjang sejarah perusahaan yang dirintis oleh Jeff Bezos tersebut.
Pada November 2022, Jassy mengatakan Amazon akan menghilangkan beberapa peran, termasuk di toko fisiknya dan di divisi perangkat dan bukunya.
Pegawai yang di PHK dipastikan akan tetap mendapatkan pesangon berupa tunjangan asuransi kesehatan transisi, dan dukungan penempatan kerja eksternal.
Jassy mengatakan, merumahkan lebih 18.000 karyawan ini menjadi langkah yang harus diambil Amazon untuk mengejar peluang jangka panjang dan bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
2. Microsoft
Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan teknologi masih berlanjut pada 2023 seiring dengan juga yang melakukan efisiensi ribuan karyawan. Microsoft, perusahaan perangkat lunak melakukan PHK terhadap 10.000 karyawannya. Bukan hanya melakukan pemangkasan, Microsoft juga mengisyaratkan beberapa perubahan pada jajaran perangkat kerasnya dalam memo internal. Dilansir dari The Verge, Kamis (19/1/2022), raksasa perangkat lunak itu menurunkan US$1,2 miliar atau Rp18 triliun dalam pendapatan di kuartal II/2023. Pendapatan tersebut berkaitan dengan biaya pesangon, sewa gedung, dan perubahan pada portofolio perangkat keras.
3. Meta
Perusahaan teknologi besar lainnya seperti Meta, induk dari Facebook, WhatsApp dan Instagram juga melakukan PHK beberapa bulan lalu. Pemangkasan ini pun berdampak terhadap 51.150 karyawan
Meta mengatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 11.000 karyawan perusahaan. Hal ini diungkapkan Chief Executive Officer Meta Mark Zuckerberg dalam pernyataan resmi kepada karyawan pada Rabu (9/11/2022). Jumlah PHK ini setara dengan 13 persen jumlah seluruh tenaga kerja Meta. Selain PHK, perusahaan juga akan melanjutkan penghentian perekrutan hingga kuartal I/2023.
Saya ingin bertanggung jawab atas keputusan ini dan bagaimana kami sampai di sini. Saya tahu ini sulit untuk semua orang, dan saya meminta maaf untuk mereka yang terkena dampak, ungkap Mark seperti dikutip Bloomberg, Rabu (9/11/2022). Meta mengatakan mengatakan pengurangan akan terjadi di seluruh lini perusahaan. Namun, tim perekrutan bakal berpengaruh paling signifikan, sedangkan tim bisnis Meta akan mengalami restrukturisasi skala besar.
Saya ingin bertanggung jawab atas keputusan ini dan bagaimana kami sampai di sini. Saya tahu ini sulit untuk semua orang, dan saya meminta maaf untuk mereka yang terkena dampak, ungkap Mark seperti dikutip Bloomberg, Rabu (9/11/2022). Meta mengatakan mengatakan pengurangan akan terjadi di seluruh lini perusahaan. Namun, tim perekrutan bakal berpengaruh paling signifikan, sedangkan tim bisnis Meta akan mengalami restrukturisasi skala besar.
4. HP Inc
Produsen teknologi asal Amerika Serikat ini, dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 6.000 karyawan selama tiga tahun ke depan. Dilansir dari Bloomberg, Rabu (23/11/2022) pemangkasan ini dikarenakan adanya penurunan permintaan untuk komputer pribadi (personal computer/PC). Chief Executive Officer HP Enrique Lores mengatakan untuk mengelola biaya, HP akan memangkas sebanyak 10 persen dari 61.000 karyawannya di seluruh dunia selama tiga tahun ke depan. HP juga akan menghabiskan US$1 miliar untuk biaya restrukturisasi, dengan sekitar 60 persen pada tahun fiskal 2023. Pada akhir tahun fiskal 2025, perusahaan diperkirakan menghemat US$1,4 miliar per tahun. "Ini adalah pengakuan atas realitas baru dari pasar PC," jelas Woo Jin Ho, seorang analis di Bloomberg Intelligence.
5. Twitter
Setelah diambilalih oleh CEO Tesla Elon Musk, diperkirakan 3.700 karyawan akan terkena pemutusan hubungan kerja, berdasarkan informasi Twitter akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 50% karyawannya
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News. Dalam laporan tersebut juga disebutkan Elon Musk juga akan mengharuskan karyawan yang bekerja jarah jauh (WFA) untuk melapor ke kantor Twitter.
Dalam internal memo yang dilihat CNBC International, Elon Musk berencana untuk bertemu dengan pihak yang mendukung dalam akuisisi Twitter untuk membicarakan PHK.
Pasca merampungkan akuisisi Twitter senilai US$44 miliar, Elon Musk memang melakukan tindakan cepat dengan memboyong orang-orang kepercayaannya untuk bekerja di Twitter.
Langkah pertama Elon Musk dalam mengembangkan bisnis adalah berusaha untuk meningkatkan margin Twitter, termasuk dengan memangkas jumlah karyawan dan biaya operasional serta menemukan cara baru untuk menghasilkan pendapatan.
Terimakasih, Sampai Jumpa






إرسال تعليق